Feeds:
Kiriman
Komentar

Setiap orang ingin bahagia dan berusaha untuk mencapainya dengan segala daya dan upayanya. Mereka bersusah payah siang dan malam tanpa kenal lelah hanya untuk mendapatkan kebahagiaan yang mereka cita-citakan tersebut. Namun berapa banyak orang yang menginginkannya tidak dapat menggapainya dan berapa banyak orang yang telah lelah mencarinya, tidak dapat memilikinya?!!! Yang lebih menyedihkan lagi banyak orang mencari dan berusaha mendefinisikan kebahagiaan namun ia orang yang paling bodoh dan jauh dari kebahagiaan. Juga ada yang menganggap dirinya telah mendapatkan kebahagiaan tersebut tapi sebenarnya itu adalah kebinasaan dan kesengsaraannya di dunia apalagi di akhirat nanti. Memang cukup ironis tapi itulah realiti yang ada dan tidak mungkin dipungkiri.

Syariat Sebagai Petunjuk Ilahi Menuju Kebahagiaan
Teruskan pembacaan »

Ruju Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah
(Kata Pengantar Buku Meredam Amarah Terhadap Pemerintah)

Dakwah Salafiyyah sejak dulu tidak pernah terikat dengan peribadi manapun kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Dakwah Salafiyyah juga tidak pernah terikat dengan organisasi apapun. Dakwah ini hanya terikat dengan Al Quran dan As Sunnah di atas pemahaman para shahabat radiyallahu ‘anhum dan seluruh Salafus Shalih yang dibawa para Ulama Ahlus Sunnah.

Pengikut dakwah Salaf Ahlussunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mengkaji ilmu dan mengamalkannya di atas sumber-sumber tersebut. Kerana itu, mereka sentiasa berjalan di atas ilmu dan bimbingan para ulama. Teruskan pembacaan »

Terlihat mudah tapi terkadang sisi ini jarang diperhatikan muslimah ketika ia akan menunaikan shalat.Tak jarang ada beberapa muslimah yang shalat hanya dengan berpakaian apa adanya. Sehingga ketika shalat nyaris nampak betis, atau tangannya, dan bagian-bagian lain yang semestinya harus ditutupi ketika shalat. Tentang masalah busana ini banyak diantara muslimah yang tidak memiliki keinginan yang kuat untuk menutupinya padahal mereka sedang menghadap Zat yang menciptakannya sehingga bisa dikategorikan kedalam orang yang bodoh, atau mungkin malas . Nah, agar kita tidak termasuk dalam kategori diatas maka sebaiknya setiap muslimah mengetahui masalah ini agar salah satu syarat sah shalat kita terpenuhi.Jangan sampai kerana tidak tahu masalah penting ini maka shalat kita menjadi tidak sah, wah, rugikan ??

Teruskan pembacaan »

Seorang lelaki berada di sisi beliau dan berkata, “Aku tidak ingin menjadi golongan kanan, aku ingin termasuk golongan muqarrabun saja.” Abdullah berkata, “Bahkan disini ada orang yang apabila meninggal nanti tidak ingin dibangkitakan.” (yakni beliau)

* Suatu saat beliau keluar dan diikuti oleh beberapa orang. Beliau bertanya kepada mereka, “Adakah kalian memiliki kepentingan sehingga mengikutiku?” Mereka menjawab,”Tidak ada, kami hanya ingin berjalan bersama anda.” Abdullah berkata, “Kembalilah kalian, sesungguhnya yang demikian ini menyebabkan hina bagi yang mengikuti dan fitnah bagi yang diikuti.” Teruskan pembacaan »

Ada sebuah syubuhat yang dilontarkan oleh para penyembah kubur (quburiyun) terhadap orang yang mengingkari mereka mengenai istighotsah (meminta pertolongan) kepada orang yang mati, mereka berkata :

“Kami bersyahadat Laa ilaaha illa Allahu dan Muhammad Rasul Allah. Kami juga berkeyakinan bahwa Allah adalah yang Maha Pencipta, Pemberi Rezeki, Pengatur (alam semesta), Pemberi mudharat dan manfaat, di tangan-Nyalah segala sesuatu dan Dia-lah yang menurunkan hujan. Kami juga tahu bahwa mayat (wali Allah) tidaklah memiliki kemanfaatan dan kemudharatan dengan sendirinya. Akan tetapi dia (si mayit ini) adalah seorang yang shalih dan memiliki kedudukan di sisi Allah. Maka dari itu, kami berdo’a dan bertawassul kepada Allah melalui perantaraannya, supaya dirinya memberikan syafa’at bagi kami di sisi Alloh sehingga do’a kami maqbul (diterima). Dia (si mayat ini) adalah penengah antara kami dengan Allah, kerana ketaatan kami amatlah sedikit sedangkan dosa kami amatlah berlimpah, sehingga apabila kami meminta langsung kepada Allah tanpa penengah, maka niscaya do’a kami takkan diterima dikarenakan banyaknya dosa kami. Karena itulah kami jadikan seorang wali (yang telah mati) sebagai penengah antara diri kami dengan Allah.” Teruskan pembacaan »

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

oleh: abu abdurrahman  


Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :

Ada sebagian orang yang kami anggap cukup konsisten dengan agama memperlakukan orang lain dengan sikap yang agak keras dan kasar, bahkan ada juga yang kadang wajahnya tampak masam. Apa nasihat Syaikh untuk mereka. Apa kewajipan seorang muslim terhadap saudaranya sesama muslim, terutama orang yang kurang konsisten dalam beragama ?
Jawapan.
Yang ditunjukkan oleh sunnah yang suci, yaitu sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa yang wajib atas setiap insan adalah mengajak orang lain ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmah, lembut dan mudah. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman kepada NabiNya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“ertinya : Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik” [An-Nahl : 125]
Teruskan pembacaan »

 Apakah perpecahan benar-benar melanda umat Islam ?Benarkah hal itu terjadi ?Persoalan ini terangkum dalam sembilan point yang disalin dari kitab Al-Iftiraaq Mafhumuhu ashabuhu subulul wiqayatu minhu, edisi Indonesia Perpecahan Umat ! Etiologi & Solusinya, oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-’Aql, terbitan Darul Haq, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari Pertama. Hadits mutawatir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai perpecahan yang melanda umat. Di antaranya adalah hadits iftiraq yang berbunyi.

“ertinya : Umat Yahudi telah terpecah-belah menjadi tujuh puluh satu golongan. Dan umat Nasrani telah terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Sementara umat ini (Islam) akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan”
Teruskan pembacaan »

PERKATAAN PARA ULAMA TENTANG INTISAB KEPADA SALAF
[1]. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Tidak ada cela bagi orang yang menampakkan madzhab Salaf, menisbahkan diri kepadanya, dan membanggakannya, bahkan wajib diterima semua itu darinya dengan kesepakatan ulama. Kerana sesungguhnya madzhab Salaf adalah haq, jika dia sesuai dengan Salaf secara lahir dan batin, maka dia seperti seorang mukmin yang di atas kebenaran secara lahir dan batin” [Majmu Fatawa 4/149]
Teruskan pembacaan »

Sebagian orang menyangka bahwa Salafiyah adalah kelompok hizbiyah seperti halnya Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Quthubiyah Sururiyah dan Jama’ah Tabligh, dan bahwasanya seorang salafi seperti halnya seorang ikhwani atau tablighi atau quthbi dari segi hukum dan pemahaman.

Mereka menyangka bahwasanya istilah Salafiyah adalah istilah yang baru muncul dalam kurun wajtu yang tidak lama. Ucapan ini sering muncul dari mulut para pentolan “jama’ah-jama’ah kontemporer” di media massa. Ada juga yang mengatakan bahwa pendiri dakwah Salafiyah adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –seakan-akan dakwah ini belum pernah dikenal sebelumnya- sebagaimana dikatakan oleh penulis kitab Mausu’ah Muyassaroh fil Adyan wal Madzahib Muashirah (hal, 273)
Teruskan pembacaan »

Kesatuan ummat

Ahlus Sunnah mengajak kepada persatuan kaum Muslimin dan melarang mereka berpecah belah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“ertinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…” [Ali ‘Imran: 103]

Allah Jalla Jalaluhu berfirman.
Teruskan pembacaan »

« Kiriman-Kiriman Berikutnya - Kiriman-Kiriman Sebelumnya »